WISMP BAPPEDA

KPMU WISMP BAPPEDA KABUPATEN BANTAENG SELAMAT DATANG

Minggu, 08 April 2012

Program WISMP – 2 Dirancang Secara Utuh dan Terintegrasi


Sebagai kendaraan reformasi pengelolaan sumber daya air, Program WISMP APL I telah menunjukan hasil yang positif. Hal ini ditujukan dengan beberapa hasil yang telah dicapai pada rehabilitasi jaringan irigasi, diantaranya adalah dari target 343,000 ha, telah berhasil dilaksanakan proses pembuatan desain partisipatif seluas 478 193 ha dan dari target 268,000 ha, telah berhasil dilaksanakan konstruksi Partisipatif pada areal seluas 348,398   ha.

Hal tersebut disampaikan oleh Ari Setyorini Kasie Multilateral Subdit Kerjasama Luar Negeri pada acara Sosialisasi Program Loan WISMP-2 No. 8027-ID, (2/4), Mataram.

”Tercapainya progres pada WISMP – 1 tentu saja hasil kerja keras bersama dan koordinasi yang baik dari seluruh PMU dan PIU yang di mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten,” jelas Ari.

Program WISMP-2 dirancang secara utuh dan terintegrasi untuk menjangkau sasaran secara komperhensif, sehingga aspek-aspek lain yang terkait dalam pengelolaan irigasi juga turut dimasukan dalam lingkup program WISMP-2.
Penyesuaian lingkup program difokuskan pada upaya peningkatan kinerja terhadap perencanaan, pemrograman, manajemen investasi, pelaksanaan O&P dan peningkatan produksi pertanian beririgasi pada Wilayah Sungai dan Sistem Irigasi.

Hampir 85 persen produksi padi di Indonesia berasal dari lahan beririgasi atau lebih dari 90 persen produksi padi di dapat dari jaringan irigasi rawa lebak, pasang surut dan air tanah. ”Kenaikan atau penurunan produksi padi nasional akan sangat di tentukan oleh kinerja sawah beririgasi yang pengelolaanya saat ini menjadi tanggung jawab bersama antara pusat dan daerah,” jelas Abdul Malik Sadat selaku Kepala Sub Direktorat Sungai, Pantai, Waduk dan Danau Bappenas.
Perlunya koordinasi antara pusat dan daerah guna mencapai surplus beras 10 juta ton di tahun 2014 adalah dengan merehabilitasi jaringan irigasi karena mengingat air irigasi merupakan salah satu input produksi padi yang sangat penting sesuai dengan kewenangan masing-masing. (DatinSDA-anj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar